Senin, 29 November 2010

dimana dia...
dimana gerangan....
kekasih hati....
ohhh dimana...

tiada cumbu
tiada rayu, aduhae sayang...
jangan lah kau bimbang,, karena ku sayang....

:p lagu ni anu ae.. kada ingat judulnya, yang pastinya Ost. Soe Hok Gie.. :)
dia mencari, tapi tidak berani,,,, ckckckckckck
tidak berani disini maksud saya lebih pada memikirkan bagaimana keadaan orang karena dampak dari keinginan kita. haha....
tapi jauh lebih penting dari itu mari kita ulas sedikit pembukaan diskusi tentang tanggung jawab yang kadang membuat lelaki sedikit berfikir memakai logikanya n agak sedikit panjang, bahkan mungkin bertele-tele. hehe

sebenarnya lagu ini hanya sedikit mencurahkan apa yang ingin digapai ditengah ketidakberanian. ini mungkin problema segelintir lelaki yang mulai berfikir bagaimana hidupnya mendatang. cz, menjadi seorang lelaki itu sebenarnya susah2 gampang. gampang nya, ya, tanpa dipilih atau proses apapun dia mempunyai posisi yang lumayan strategis dalam kehidupan, bahkan dalam agama, karena Firman Allah pun menyebutkan bahwasanya jumlah lelaki akan lebih sedikit dibanding jumlah perempuan, ini pasti sangat menguntungkan karena dia mempunyai pilihan dan kesempatan untuk memilih siapa yang akan dia kejar untuk menjadi "temannya". tp jelas tidak semudah itu, bahwasanya semua mempunyai kriteria, keinginan dan pilihan sendiri itu tidak dapat dipungkiri. tapi setidaknya tuhan mengisyaratkan "anggapan pragmatisnya' seperti itu. Insya Allah saya bukan penganutnya, hehe....


nah sekarang susahnya sudah jelas mungkin, dia mempunyai tanggung jawab yang sangat besar, karena menyangkut dunia akhiratnya bahwasanya dia akan menjadi pemimpin dikeluarganya kelak, disisi lain dia akan mengejar kehidupan duniawi demi untuk garansi masa depan keluarga dan anak-anaknya. tetapi dia juga tidak boleh melupakan tentang fitrahnya bahwa dia harus membimbing keluarganya agar selamat di akhirat kelak. ini jelaS sebuah tanggung jawab ganda yang terkadang dilematis, antara nafsu dan keikhlasan. kita juga tahu bahwa kadang nafsu bisa lebih mendominasi kehidupan daripada keikhlasan. disini para lelaki dituntut pandai dalam memilih temannya kelak, karena temannya tersebut sangat berpengaruh dalam jalannya perjuangannya, dia (perempuan) bisa saja malah terbuai juga karena nafsu, sehingga kehilangan fungsi kontrolnya terhadap pasangannya (lelaki) sehingga sama-sama terbuai kedalam kehidupan duniawinya saja, mengabaikan dengan apa yang sama-sama mereka yakini. tapi juga karena pengaruhnya lelaki mampu menahan segala hawa nafsunya, entah karena sikap kasih sayang yg tulus yang ditunjukkan sehinga muncul perasaan ingat dan tidak tega kalau akan ada yang tersakiti apabila dia tidak mampu maksimal dalam menjalankan tugasnya oleh tuhan.

esensinya sih semua mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sama antara lelaki dan perempuan, sama-sama mempunyai tanggung jawabnya sebagai manusia dan hamba. semoga kita masuk kedalam golongan, ya yang setidaknya bermanfaat bagi dunia dan akhirat, dan terlahir sebagai manusia yang bertanggung jawab atas tugas-tugas nya, entah sebagai manusia dan hamba.

ini sedikit persepsiku tentang sebuah tanggung jawab dan dilemanya, tentu sangat jauh dari komfrehensip. setidaknya ini menjadi pembuka awal pembicaraan. hehe....

selamat berjuang bagi yang ingin bertanggung jawab dengan perjuangannya.

hidup adalah sebuah pendakian yang terjal dan panjang, tetapi pemandangannya sangat indah. iLoveU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar