Menemukan bukan berarti mampu n berani memiliki. Rasa takut ini jauh lebih besar dari pada hanya sekedar rasa ingin memiliki. Kata kawan-kawan ku pasif, tetapi berharap keaktifan orang itu sama saja menunggu tinggi sampai menggapai bulan. Hihihihihi….
Sudahlah dilema ini terlalu cinta dengan q. dia selalu menghadapkan ku diantara pilihan-pilihan yang amat sulit, antara berani mati dan hidup selayaknya. Kalau disuruh memilih, jujur saja lebih baik berani mati. Tapi itu sangat menakutkan…. :(
Iklim sekitar pun sebenarnya tidak terlalu memungkinkan, terutama orang itu, membuat q sungguh merasa tak nyaman.
"Menemukan bukan berarti mampu n berani memiliki." serius nih gak pengen memiliki??
BalasHapusada yang bilang,u never know how precious it is,til it gone. jangan sampe setelah kamu kehilangan baru kamu sadar bahwa hal itu sangat berharga. nanti menyesal looooooh...just take a risk!
tapi bagaimana dengan kesadaran diri yg kumiliki. sangat sadar bahwa sangat jauh dari kata ideal untuk orang itu sangat kusadari. itu yg kukatakan kalau aku terlalu berani maka sama saja aku menantang mati.
BalasHapusmemang ini seperti perasaan lelaki pengecut, tp aku bukan pengecut. tapi aku juga sungguh tdk berani. ckckckckckck
terserah tuhan ja gin lagi. mun Tuhan sayang tu pang kada purun jua sidin mlihat aku kalah dengan rasa takut ini. hihihihi
ssssssttttt ya ton. piss :)
tidak ada batasan yang jelas tentang berani atau tidak saat seseorang punya rasa khusus pada orang lain. bila untuk mengatakannya saja dinilai terlalu berani,lalu orang yang hanya berdiam diri saja atau bersikap pasif harus disebut apa dam?
BalasHapus*keep in slinet!hehe* if u need to talk some,anytime brotha..
pluralitas kebablasan no toleransi yes
BalasHapus